Lima Hari Ditempa: PIDNAS 2025 Resmi Ditutup, IMM Magelang Raya Cetak Instruktur Tangguh

Magelang — Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) PC IMM Magelang Raya Tahun 2025 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari, 24–28 Desember 2025, bertempat di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di TPQ Nurus Salam, Dusun Perampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada ketinggian sekitar 1.500 MDPL. Kegiatan ini menjadi ikhtiar strategis IMM dalam menyiapkan instruktur yang responsif, relevan, dan mampu mengawal perkaderan secara berkelanjutan.

PIDNAS 2025 dihadiri oleh 30 peserta yang berasal dari internal Magelang Raya serta berbagai daerah di Indonesia. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang secara intensif dan terstruktur, meliputi Stadium General, enam materi utama, Focus Group Discussion (FGD), kajian ayat, serta kegiatan pendukung berupa city tour. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas ideologis, metodologis, dan praksis keinstrukturan.

Stadium General disampaikan oleh Syauqi Syifaur Rahman, yang memberikan penguatan awal mengenai peran strategis instruktur dalam dinamika perkaderan IMM. Adapun enam materi inti disampaikan oleh para narasumber berpengalaman, yaitu Muhammad Zuhron Arofi, M.Pd.I (Genealogi Perkaderan Muhammadiyah), Ganut Muhharomi, S.Ak (SPI dan Keinstrukturan), Drs. Sugiono, M.Si (Pendidikan: Filosofi, Keniscayaan, dan Tantangan), Wiena Faqih Abror, S.Kom (Menyoal Perkaderan), Sukma Dukturiyawati, S.Pd (Monitoring Perkaderan), serta sesi Micro Teaching yang dibersamai langsung oleh instruktur yang bertugas. Seluruh materi tersebut diperkaya dengan diskusi kelompok dan praktik langsung untuk mengasah kemampuan analisis serta penyampaian peserta.

Pada sesi penutupan, para instruktur menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan peserta atas kesungguhan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Disampaikan bahwa proses rekrutmen dan perkaderan PIDNAS 2025 telah melalui tahapan panjang dan menantang, mulai dari seleksi administrasi, penilisan essay, hingga screening. Peserta dinilai telah menunjukkan keberanian, daya tahan, serta kematangan diri dalam menghadapi dinamika perkaderan.

Instruktur menegaskan bahwa perkaderan bukan sekadar forum debat atau penguasaan materi, melainkan proses pembentukan cara berpikir, ketajaman analisis, dan kesiapan menghadapi realitas sosial serta dinamika organisasi yang terus berubah. Ditekankan pula bahwa perkaderan adalah proses berkelanjutan yang tidak berhenti pada kelulusan. Peserta diharapkan terus memperbaiki diri, melengkapi kekurangan, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Kesempurnaan bukanlah tuntutan utama, melainkan konsistensi dalam proses dan keberanian merealisasikan nilai-nilai yang telah dipelajari.

Sebagai tindak lanjut pasca kegiatan, disampaikan beberapa hal yang harus dilakukan guna untuk meningkatkan kapasitas diri, antara lain kewajiban peserta untuk terlibat minimal dua kali di perkaderan utama dan dua kali di perkaderan pendukung, penyusunan Grand Desain Perkaderan Pendukung Pasca DAD paling lambat satu bulan setelah penutupan, serta pelaksanaan diskusi kelompok minimal satu kali dengan tema kontekstualisasi perkaderan. Diskusi tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, dilaporkan melalui grup koordinasi, dan dianjurkan memanfaatkan platform daring guna menjaga kesinambungan komunikasi.

Pada bagian pengumuman, instruktur menyampaikan hasil kelulusan peserta sekaligus memberikan apresiasi atas capaian peserta dengan nilai tertinggi. Peserta Terbaik PIDNAS 2025 diraih oleh Muhammad Tafrihul Ahsan. Sesi penutupan juga diisi dengan penyampaian pesan dan kesan peserta yang menekankan kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam IMM, pentingnya mengimplementasikan hasil perkaderan dalam kehidupan nyata, serta harapan agar kegiatan serupa di masa mendatang dapat terselenggara dengan lebih baik.

Acara ditutup dengan pengembalian resmi peserta kepada pimpinan cabang, disertai harapan agar para lulusan PIDNAS 2025 dapat diberdayakan dan berkontribusi aktif di lingkungan masing-masing. Penutupan ditandai dengan menyanyikan bersama Hymne IMM, serta penegasan bahwa PIDNAS 2025 bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perjuangan dan pengabdian sebagai instruktur IMM.

Author By : Bidang Media & Komunikasi PC IMM Magelang

Bagikan Artikel